Rabu, 24 Oktober 2018

Ngaji sik Bung!

Kasus pembakaran bendera Hisbut Tahrir saat peringatan Hari Santri cukup menarik jika mau ditelaah lebih jauh. Polemik muncul, apakah itu kalimat Tauhid, atau "cuma" sebuah bendera organisasi.

Dari perdebatan mengenai Ar-Rayah dan Al-Liwa, perang Sanad Hadits, dan segala perdebatan copas-copasan artikel dari para jamaah Al-Googliyah wal Fesbukiyah dengan para santri yang ga bisa nunjukin link argumen, karena emang pengetahuannya berdasar pada pengalaman dan buku cetak, bukan pdf (terkadang lalu diteruskan dengan ad hominem cebong-kampret,entah nyambungnya di mana...)

Lalu, apakah yang menarik? Well, buat saya pribadi ini cukup menarik jika mau ditelaah, mungkin ini tidak cukup mendalam, tapi ya ini cuma berdasarkan pengetahuanku tentang Hak Kekayaan Intelektual, dimana Logo dan Merek juga diatur.

Suatu logo memiliki daya pembeda dan dipergunakan dapat berupa:
  •   gambar, seperti lukisan burung garuda pada logo Garuda Indonesia atau gambar kelinci pada logo Dua Kelinci;
  •  kata, seperti Google, Toyota, atau Mandiri;
  •  nama, seperti Tommy Hilfiger atau Salvatore Ferragamo;
  • frasa, seperti Sinar Jaya atau Air Mancur;
  •  kalimat, seperti Building for a Better Future atau Terus Terang Philip Terang Terus;
  •   huruf, seperti huruf "F" pada logo Facebook atau huruf "K" pada logo Circle-K;
  •  huruf-huruf, seperti IBM atau DKNY;
  •  angka, seperti angka "7" pada logo Seven Eleven atau angka "3" pada logo provider GSM Three;
  • angka-angka, seperti merek rokok 555 atau merek wewangian 4711;
  •  susunan warna, seperti pada logo Pepsi atau Pertamina;
  •  bentuk 3 (tiga) dimensi;
  •   suara;
  •  hologram;
  •  kombinasi dari unsur-unsur tersebut.

Suatu Merek tidak dapat didaftar apabila:

  • Pendaftarannya dilandasi dengan itikad buruk. Katakanlah seorang pengusaha ayam goreng mendaftarkan merek CIPUTAT FRIED CHICKEN di kelas dan jenis barang-barang hasil olahan daging ayam. Jika ada pengusaha lain yang mencoba mendaftarkan merek yang sama untuk kelas dan jenis jasa restoran dengan niatan untuk menghalangi pengusaha pertama, maka pendaftaran ke dua bisa dianggap dengan itikad tidak baik dan dengan demikian semestinya tidak dapat didaftar;
  •  Bertentangan dengan perundang-undangan, moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum. Salah satu contohnya adalah merek Buddha Bar yang kemudian dibatalkan karena dianggap bertentangan dengan agama;
  • Tidak memiliki daya pembeda, misalnya tanda tanya "?" atau huruf balok tunggal "K" dalam perwujudan yang biasa/lazim. Namun tanda tanya "?" yang diberi ornamen seperti pada logo Guess, atau huruf tunggal "K" yang ditampilkan dalam tata artistik tertentu seperti pada logo Circle-K, bisa didaftar;
  •  Telah menjadi milik umum, seperti tanda tengkorak bajak laut atau palang seperti pada palang merah. Namun jika diberi ornamen tambahan seperti tengkorak pada logo Skullcandy atau palang pada logo Swiss Army, bisa didaftar;
  •  Menerangkan barang/jasanya itu sendiri. Apple tidak dapat didaftarkan sebagai merek untuk buah-buahan, tapi bisa didaftar untuk merek produk elektronik.

Sekarang, kita lihat logo Hisbut Tahrir dan Hizbut Tahrir Indonesia

ini logo Hisbut Tahrir (internasional), dengan berbagai variannya, 

tapi tetap, unsur utamanya adalah ini:
Ar-Rayah versi Hisbut Tahrir



Kemudian diadaptasi di Indonesia oleh Hisbut Tahrir Indonesia menjadi seperti ini:

Dan, underbow-underbow HTI menggunakan logo-logo turunannya. Beberapa diantaranya,


Sekarang, kalau lihat foto-foto ini

Ar-Rayah dan Al-Liwa diabuse dalam segala event Hizbut Tahrir, selalu dibawa dan dijadikan identitas oleh kelompok HTI (Hisbut Tahrir Indonesia). Secara lambang HT/HTI memang merujuk pada Ar-Rayah dan Al-Liwa tersebut.

Nah, kalau melihat aturan tentang merek dan logo, bagaimana? Postingan blog ini kan memang berfokus pada permasalahan logonya, maka ayo kita telaah bersama.
Ayo kita lihat kembali Ar-Rayah


Ar-Royah versi HT/HTI adalah semacam ini. Konon ini panji hitam Rasulullah. Debatable lagi, karena pada era Rasulullah penulisan huruf hijaiyah tidak seperti itu. Ada riwayat juga kalo Ar-Rayah dan Al-Liwah itu ternyata polos, tanpa tulisan apapun (teknologi tekstil pada era itu tidak memungkinkan untuk menambahkan tulisan pada kain).
Jikalau memang ini Panji milik Rasulullah, maka tidak ada kelompok yang lebih berhak memakainya sebagai identitas pribadi golongannya, seperti pada aturan :
“Telah menjadi milik umum, seperti tanda tengkorak bajak laut atau palang seperti pada palang merah. Namun jika diberi ornamen tambahan seperti tengkorak pada logo Skullcandy atau palang pada logo Swiss Army, bisa didaftar”

Sama halnya, tidak bisa mengklaim bendera Merah Putih adalah milik kelompok sendiri, karena Bendera Merah Putih adalah bendera milik keseluruhan Bangsa Indonesia.

Jadi, dalam hal ini, HT/HTI tidak punya Ground Valid atas penggunaan Ar-Rayah sebagai lambang organisasinya, tapi tetap saja ada klaim HT/HTI berhak memakai logo ini. Klaim inilah yang kemudian membuat kasus ini semakin melebar. Nggeladrah kemana-mana, sampai menyamakan semua lafadz [لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهُ ] yang ada di keranda mayat termasuk logo HTI.

Ini adalah sesat pikiran yang berbahaya, sebab dalam logo, ada yang namanya "daya pembeda", dimana ada unsur lain yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi lambang tersebut. Coba kita lihat bendera Saudi Arabiya.

Dalam bendera Saudi Arabiya, ada tambahan pedang di bawah, dan warna background benderanya hijau. Ketika kalimat Tauhid dituliskan di kain hijau ditambah pedang, itu sudah memiliki yang namanya "daya pembeda" dengan kain di keranda tersebut. Kain itu sudah menjadi bendera Saudi Arabiya, bukan Bendera Tauhid.... hehehehe....

Apakah Ar-Rayah memiliki "daya pembeda"? Sayangnya pihak HT/HTI sudah memfabrikasinya. Bagaimana? dengan menyatakan Ar-Rayah (versi HT/HTI) adalah "bendera hitam dengan tulisan kalimat Tauhid di atasnya".

Jadi, saya menyimpulkan bahwa HT/HTI mencoba memfabrikasi klaim hak atas Ar-Rayah dan Al-Liwa, dan membuat Ar-Rayah/ Al Liwa sebagai lambang organisasinya.

Apakah anda marah atas peritiwa pembakaran Bendera HT/HTI? Kalau iya, maka ada 2 kemungkinan.

Anda marah karena bendera Organisasi anda dibakar
Bagus! anda punya loyalitas yang tinggi, sayangnya organisasi anda sudah dilarang di Indonesia, terimalah kenyataan.... kembalilah ke pangkuan Ibu Pertiwi, atau lakukan konsekuensi-konsekuensi yang harus diterima

Anda marah karena Kalimat Tauhid dibakar
Bagus, semangat anda dalam beragama saya acungi jempol. Tapi harap arahkan kemarahan anda kepada HT/HTI yang sudah menggunakan Ar-Rayah dan Al-Liwa sebagai lambang organisasinya. jikalau perlu, bendera Saudi Arabiya juga didemo lah... nanti kalau ada demo perang Yaman dan bakar bendera Saudi Arabiya, bisa jadi bakalan dibakar pula itu bendera.

Itulah hasil ngaji saya Bung, sayangnya kajian saya mungkin berbeda dengan apa yang anda kaji di pengajian anda.

Senin, 20 Juni 2016

Belajar dan mengajar beladiri, nowdays

Tergugah nulis blog lagi, gara2 beberapa teman share tulisan di blog ini, saya punya pandangan yang agak berbeda.
Kebetulan saya belajar beladiri yang sama dengan penulis di blog itu (dan juga kota yang sama), cuma saya mulai belajar saat anak2 (tahun 1991 saya mulai belajar, sampai 1997, setelah itu vakum sampai aktif lagi 2012 kemarin).
Secara garis besar, jaman dulu kami serupa dalam belajar beladirinya. Panggilan "sayang" berupa sensus kebun binatang, latihan monoton yang keras, sampai indoktrinasi kalo beladiri kita itu über alles, semua mirip (kecuali "sentuhan fisik" soalnya saya masih junior, hehehehe...)
1997, saat kelas 2 smp, saya pindah ke kota pelajar. Disini saya sempat mengalami gegar budaya, dimana latihan disini 3x lebih keras (indeed, apakah karena apes masuk dojo untuk tc, atau emang sehari2 seperti itu saya ga tau), sehingga saya masuk ke tahap untuk muak berlatih lagi.
Walaupun sampai pada tahap muak, tapi dalam hati saya masih cinta dengan beladiri saya ini (true). Saya masih buka-buka diktat lama, nonton latihan (nonton doang, mesti ga jarang Mas Adri nyuruh ikut dan ganti Dogi), dan ketika pertama kali kenal internet, dimana anak lain pada sibuk cari bokep atau animr, saya malah cari2 artikel tentang beladiri saya ini... Wakakakakaka lucu dah.
Di era 1997-2012, saya melihat beladiri saya dari luar. Segala referensi saya lahap, kontroversi2 saya baca. Hasilnya pemahaman saya menjadi berubah dari pemahaman teman2 saya sesama praktisi beladiri tersebut secara mainstream.
Selain itu, saya sesekali main ke beberapa dojo untuk sekedar melihat atau bahkan ikut latihan. Pasang surut anggota saya lihat. Dari yang latihan 40orang sampai tinggal 4 orang, lalu naik lagi sampai 20 orang/latihan (belum bisa mengalahkan era tahun <2000 tentang jumlah peserta latihan rata2).
Selain itu, saya juga melihat penurunan kualitas penguasaan, apalagi pemahaman teknik. Seorang sabuk biru gerakannya sangat kacau, mirip sabuk putih, dan banyak lagi (di era setelah 2012 saya jumpa masih banyak yang seperti itu, bahkan lebih parah).
Akhirnya, pada 2011 saya bertemu teman2 satu aliran dalam kunjungan nonton SEA Games di Jakarta (termasuk penulis blog yang saya link di atas itu), sayapun terpanggil untuk aktif lagi. Saya kembali masuk ke dalam dan melihat dari dalam.
Ternyata teknik mengajar, tidak banyak berubah dari masa saya aktif dulu pada masa 1997 ke belakang.
Sempai mengajarkan teknik seperti sempainya dulu mengajarinya. Tidak jarang, si sempai tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan berkaitan dengan teknik tersebut yang diberikan oleh kohainya.
Selain itu, satu teknik bisa berbeda2 cara eksekusinya, tergantung dulu gimana sang sempai diajari sempainya dulu. Dan, terkadang banyak yang memaksakan bahwa "my way is the only way", selain itu salah.
Metode pelajaran ini mirip seperti fotokopi. Materi difotokopi, lalu fotokopian tersebut diajarkan ke bawah, fotokopian materi tersebut kembali difotokopi untuk diteruskan ke bawah, begitu seterusnya. Tidak jarang, materi yang disampaikan sekarang itu bisa sangat kabur/tidak jelas karena proses fotokopi berulang tersebut.
Terus gimana?
Perlu diakui, SDM Pelatih sepertinya saat ini kualitasnya tidak sebaik dulu. Kita bicara secara umum, bahkan guru pun tidak sebaik dulu kualitasnya dalam mengajar. Saya dulu kelas 2 sd sudah apal perkalian satu digit, perkalian susun, pembagian susun sederhana. Tapi ketika saya nemenin ponakan kelas 2 sd belajar, konsep dasar aritmetikanya saja belum nyantol.... Yak, separah itu....
Konsep dasar... Ya... Konsep dasar
Masa sekarang, ga perlu kita menghapalkan materi pelajaran. Semua sudah tersedia di Internet. Dulu kita dipaksa menghapalkan bahwa Tunki Ariwibowo adalah Mentri Muda Perindustrian, Joop Ave adalah Menparpostel, Murdiyono adalah Mensesneg, hapal Eka Prasetya Pancakarsa, Butir2 Pancasila, dan banyak lagi. Anak2 sekarang (bahkan orang tua) banyak yang tidak tahu siapa Lukman Hakim Syarifudin, Heroe Soelistyawan, dan nama2 pejabat pemerintahan lainnya.
Era sudah berbeda...
Dulu pengajaran dalam metode 5w1h, lebih mengutamakan Who, What, Where, When. Sementara sekarang Why dan How lebih menarik (karena memang  terkadang hal ini tidak tercover dalam materi konvensional). Seperti materi sejarah Perang kemerdekaan, Why dan How selalu dari sudut pandang RI, sementara sudut pandang Belanda diabaikan.
Bagaimana dengan beladiri? Ternyata sama saja!
Why dan how terkadang diabaikan... Tunggu, kenapa how malah diabaikan, sementara kita belajar teknik beladiri?? Nah, ini adalah konsep dasar tadi itu.
Kalau belajar cara fotokopi, konsep dasar ini sering miss, dulu diajarkan "begini" nah, kenapa sampai bisa "begini" ini tidak tersurat. Kenapa kaki melangkah ke depan? Kenapa pakai kuda2 ini, kenapa posisi tangan begini? Terkadang tidak bisa dijelaskan ini adalah "why".
How malah lebih parah lagi, gimana cara eksekusi teknik ini kalau lawan xxx, gimana cara eksekusi teknik ini kalau lawan yyy. Kalau cuma bisa satu kondisi, tentu ketika ketemu kondisi lain kita akan kebingungan.
Satu teknik dasar, kalau dikulik cukup dalam, bisa makan waktu yang lama. Nah sebagai pelatih, kita harus bisa menangkap konsep dasar tersebut, lalu mengembangkannya dalam koridor yang sudah ditentukan, lalu kita share kepada kohai/murid kita.
Perdalam materi, ikutlah latihan di tempat lain, hadiri gathering/gashuku/seminar beladiri. Kembangkanlah materi yang ada. Kita sebagai pelatih, tentu bisa menyerap materi lebih baik daripada orang awam buka youtube. Jangan sampai murid/kohai kita lebih menguasai materi hanya dengan bermodalkan video youtube #gengsidong hehehe...
Intinya adalah, jaman sudah berubah, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan jaman kalau tidak mau dilindas olehnya

Selasa, 11 Februari 2014

Sepuluh tidak menurunkan

Sepuluh "tidak menurunkan"

1. Tidak menurunkan kepada yang berbeda keyakinan.
2. Tidak menurunkan kepada yang tidak mengerti arti hubungan guru murid.
3. Tidak menurunkan kepada yang tidak memiliki "De" (virtue). (kebajikan / akhlak)
4. Tidak menurunkan kepada yang tidak bisa menjaga rahasia.
5. Tidak menurunkan kepada yang suka kabur sebelum selesai.
6.tidak menurunkan kepada yang melupakan guru setelah mendapatkan ilmu
7.tidak menurunkan kepada yang tidak pernah puas
8.tidak menurunkan kepada yang suka marah dan sakit hati
9.tidak menurunkan kepada yang terlalu serakah
10.tidak menurunkan kepada yang mempunyai sifat jahat.

kriteria lapis kedua, sesudah lolos yang lapis pertama (yang 10 poin).
1. Tidak menerima orang berjiwa kutu loncat dan tidak berbakti,
2. Tidak menurunkan kepada orang yang bibit bebet bobotnya tidak baik,
3. Tidak menerima orang yang hatinya tidak lurus,
4. Tidak menurunkan kepada orang yang kasar dan tidak bisa berhati-hati,
5. Tidak menerima orang sombong (yang menganggap dirinya yang paling layak atau paling hebat, di matanya nggak ada orang lain),
6. Tidak menurunkan kepada orang yang tidak tahu adat dan tidak tahu terimakasih,
7. Tidak menerima orang yang tidak berpendirian teguh, dan
8. Tidak menurunkan kepada orang yang dapatnya cepat tapi lupanya cepat juga.

by batikguy

posted from Bloggeroid

Minggu, 24 Maret 2013

Operation: Tadpole

Suatu sore, di Rammstein Base, Jerman, Captain Hook memanggil 3anak buahnya Lt. West, Lt. Stone, dan Lt. Grey. Hook meminta kesediaan 3 orang tersebut untuk secara diam-diam mengumpulkan orang untuk membuat suatu BlackOps. Black Ops tersebut terkait dengan kasus beberapa Hari sebelumnya, dimana seorang GI tewas dikeroyok sekumpulan Neo Nazi, dan kemudian beberapa hari setelahnya ada penusukan warga Amerika, tak jauh dari wilayah pengeroyokan sebelumnya. Saat ini Polisi Jerman telah berhasil menangkap 4 dari pelaku pembunuhan itu.

Menurut intel yang diperoleh, Pemerintah Federal Jerman merasa tidak nyaman dengan ke-empat orang tersebut, sehingga mereka dalam 3 hari sudah berpindah 4kali tempat penahanan danterakhir berada di Penjara Kaulquappestad, 70km dari Rammstein. Adapun keempat pelaku adalah: Piotr Woley (26) Poland; Pavel Jocko (30) Czech; Samir Boganovic (21) Bosnia; dan Lukasz Schwarz (33) desertir Bundeswehr.
Mereka adalah para imigran pengangguran yang datang dari timur, dan direkrut Schwarz untuk bergabung dalam kelompok Neo Nazi dan menjadi kaki tangan para pelaku bisnis ilegal.

Pemerintah Federal pada dasarnya ingin melenyapkan mereka, tetapi masih terbentur aturan yang ada. Maka, Atache Keamanan USA di Jerman diam-diam mengontak Frau Merkel menawarkan tangan untuk menjalankan hal ini, dan Frau Merkel pun setuju. Hal ini tampak dimana sekarang posisi penahanan mereka di Penjara Kaulquappestad, yang cukup terisolir jauh dari pemukiman warga. Panglima Bundeswehr dan Kepala Polisi Federal juga sudah diinformasikan, serta menyetujuinya. Atase militer akhirnya meminta Captain Hook untuk mempersiapkan tim.

Pada malam hari setelah makan malam, West, Stone dan Grey membawa total 12orang menemui Hook, dan untuk kamuflase, mereka seolah-olah sedang menonton Laga Bayern Munchen vs Dortmund. Dalam briefing tersebut, dijelaskan bahwa operasi akan dimulai pada jam 00.30 malam, berupa rendesvouz di titik A, 3km tenggara Ramstein, 00.45 mereka berangkat ke Kaulquappestad. 01.45 tiba, eksekusi, Mundur 02.30, 03.30 kembali Ke Rammstein. Persenjataan yang digunakan adalah AK-47 dan perlengkapan Blok timur yang lainnya, haram penggunaan persenjataan NATO. Briefing pun selesai.

00.30 tim tiba di titik A secara tersebar. Titik A dipilih dikarenakan A adalah blinspot dari Ramstein, sehingga pengamanan cukup longgar. Kendaraan berua Unimog telah siap dan mengantarkan mereka ke Kaulquappestad. Dalam perjalanan, ada yang bertanya, kenapa daerah situ dinamakan Kaulquappestad? Ternyata dikarenakan disana itu pada awalnya adalah rawa2yang banyak sekali memiliki kecebong (kaulqquappe). Grey bertanya pada Hook, kenapa harus silent? Harusnya operasi ini juga untuk memberikan efek shock terapy, do not mess with us, the US. Grey menyarankan operasi ini menjadi eksekusi publik. Hook pun berkonsultasi pada Atase Militer, dan greenlight, eksekusi diterima.

01.45 mereka tiba, dan disana sudah ada satu agen CIA yang ditugasi untuk mengawasi penjara itu. Hingga saat ini total tim adalah 17 orang. Dari agen CIA tersebut, diketahui bahwa yang ditusuk itu juga merupakan agen CIA yang ditugaskan untuk mengawasi kelompok Schwarz. Hook dan West mendatangi penjagaan, sementara tim Stone memutus jalur komunikasi. Hook dan West ternyata tidak bisa meyakinkan sipir penjaga, sehingga West sampai mengeluarkan Granat dan bilang kepada sipir penjaga, "kalau kau tidak buka pintu ini, biar aku jatuhkan granat ini ke dalam. Kami di luar aman dari ledakan, tapi kalian yang di dalam entah gimana". Sipir penjaga pun ketakutan lantas membukakan pintu. Ketika pintu dibuka, Grey lantas masuk dan mempopor para sipir yang ada lantas meringkus mereka menggunakan cable tie. Hook masuk ke ruang kontrol CCTV dan mengambil hardisk perekam CCTV. Setelah seluruh sipir bisa dilumpuhkan, seluruh tim bergabung di tengah lapangan Penjara, dan menuju ke Blok D tempat kelompo Schwarz ditahan. Mereka ada di Kamar D103, D131, D221, dan D113. Setelah ditemukan, mereka lantas dikumpulkan di tengan Blok D, dan dieksekusi bersamaan oleh seluruh tim(hasil forensik kemudian menyatatakan bahwa paling tidak dalam 1 mayat terdapat 20 luka tembakan). Setelah selesai, mereka keluar dan kembali ke Rammstein, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sementara itu si agen CIA tetap berada di Kaulquappestad untuk mendistract info mengenai penyerbuan ini.

Pagi hari, media Jerman heboh mengenai penyerbuan ini. Dikarenakan keempat korban adalah tersangka pembunuh tentara Amerika, maka kecurigaan kepada pihak Amerika (dalam hal ini Rammstein) menguat. Komandan Rammstein menolak bertanggung jawab, menurutnya seluruh tentara Amerika berada dalam Posnya pada saat itu. Panglima NATO pun menyatakan, tidak ada tentara anggota NATO yang terlibat, tapi Panglima NATO juga menyatakan bahwa, kriminal-kriminal, janganlah berbuat sesuatu yang kalian tidak ingin rasakan akibatnya.

Hingga sekarang, operation: Tadpole masih menjadi misteri

posted from Bloggeroid

Jumat, 22 Maret 2013

Hierarki?


Ketika foto ini saya share di timeline saya dari page "anda bertanya, habib rizieq menjawab", beberapa komen merasa salut dengan Chavez. Tapi, ada satu komen dari sempai Johny Sadaka, yang menyatakan jangan dengan mudah menyalahkan orang.

Saya pun berpikir, pada awalnya saya mempunyai pikiran kalau sempai Johny Sadaka tidak tahu page seperti apa #abhrm itu. Tapi kemudian saya pikir lagi, kemungkinan ada perbedaan pemahaman lintas generasi yang terjadi. Seperti yang ada dalam janji kempo, "...menghormati atasan, tidak meremehkan bawahan, saling mengasihi, saling menolong...", tentu tampak yang foto kedua, dimana pada berebut untuk mencium tangan raja/syeikh Qatar adalah perwujudan dari poin menghormati atasan.

Tapi,kembali lagi. Dalam Rapernas Perkemi 2013 kemarin, ss. Indra Kartasasmita menyatakan kurang lebih isinya, "Dalam Kempo tidak ada yang namanya Demokrasi, yang ada hanyalah Hierarki". Hierarki itu sifatnya vertikal, sementara Demokrasi itu sifatnya horizontal. Ketika atasan/senior berkata A, maka bawahan/junior pun harus mengikuti, menyetujui, dan menjalankan A tersebut. Inilah hierarki yang menekankan diri pada poin menghormati atasan yang ada dalam janji tersebut.

Tapi, kembali lagi.... Saya sering melihat kalau sempai cenderung lebih mengalah dan sayang kepada Kohainya. Dalam Gashuku, kyukenshi lebih diutamakan untuk makan dulu, sementara Yudansha makan belakangan kalau yang Kyukenshi sudah dapat jatah makan semua. Suatu ketika saat rapat, para sesepuh kempo Kota Yogya tidak makan snack box yang disiapkan panitia ketika melihat tidak semua peserta rapat dapat, mereka malah menyuruh semua snack box itu dibuka dan isinya dibagi kepada seluruh peserta rapat. Ada temen yang baru dapat rejeki sedikit, lantas mengajak kohai2nya di dojo untuk mancing ikan bareng. Almarhum papa juga sering "nyangoni" kohainya ketika mereka berkunjung ke kantor (yang saya ingat, ketika papa dinas di Tasikmalaya, ada beberapa kohai dari Tegal datang ke kantor.. entah urusan apa, dan pulangnya disangoni)

Jadi kembali lagi ke foto diatas, manakah yang bisa dikatakan pemimpin sejati? Masing masing tentu memiliki dasar dan pemahaman tertentu sehingga bisa memilih :)

posted from Bloggeroid

Sabtu, 12 Januari 2013

Sudut pandang

Couldn't agree more, terkadang sudut pandang yang berbeda lebih mengasyikkan :p


posted from Bloggeroid

Jumat, 05 Oktober 2012

We salute the rank, not the man


Winters: Captain Sobel.
Sobel: Major Winters. [starts to walk away]
Winters: Captain Sobel... we salute the rank, not the man. [Sobel slowly turns and salutes]
-band of brothers

Kita hormat pada pangkat/posisi, bukan pada orangnya, kira-kira seperti itulah terjemahan bebasnya. Dalam hal ini, salute, bukan respect. Tetapi, dalam bahasa Indonesia, tidak dibedakan antara salute dan respect, bahkan bagi beberapa orang worship pun masuk dalam makna hormat :p

Nah, sepertinya banyak yang melupakan atau memang mengabaikan perbedaan makna antara salute dengan respect ini. Banyak yang merasa karena dia dihormati, otomatis dia memperoleh respect dari orang yang menghormatinya sebatas salute saja.

Dalam janji kempo, disebutkan "...menghormati atasan, tidak meremehkan bawahan..." nah, tidak dijelaskan apakah salute atau respect yang dimaksud disini. Tapi, pada prakteknya setiap bertemu senior kenshi yang lebih junior memberikan rei terlebih dahulu. Rei sendiri adalah bentuk penghormatan/salute di dalam kempo. Apakah kohai tersebut respect kepada sempai/sensei yang diberi rei, wallahualam :)

Saya sendiri sekarang sudah pada taraf "salute only" kepada beberapa sempai dan sensei di Indonesia, karena respect saya berangsur-angsur menurun kepada beliau-beliaunya.

Masukan kepada siapapun yang mau memerimanya, pikir lagi deh, kalau kita diberi hormat/salute, apakah kita memang layak untuk dihormati/respect?
posted from Bloggeroid

Sabtu, 15 September 2012

Jadwal Pertandingan Kempo PON 2012

SABTU 15 September 2012

08.30-09.00 Upacara Pembukaan

09.30-10.30 Babak I Embu Beregu
Court A Putra (6x)
Court B Putri (6x)

09.30-10.30 Penyisihan Randori Pool A [a1-a2, a3,a4]
60Kg Putra Court A (2x)
65Kg Putra Court B (2x)
70Kg Putra Court A (2x)
45Kg Putri Court B (2x)
48Kg Putri Court A (2x)
51Kg Putri Court B (2x)

10.35-11.00 Babak I Embu Pasangan Putra
Court A Pasangan I Dan (6x)
Court B Pasangan II/III Dan (6x)

11.05-12.05 Penyisihan Randori Pool B [b1-b2, b3-b4]
60Kg Putra Court A (2x)
65Kg Putra Court B (2x)
70Kg Putra Court A (2x)
45Kg Putri Court B (2x)
48Kg Putri Court A (2x)
51Kg Putri Court B (2x)

12.05-14.00 ISTIRAHAT

14.05-15.05 Penyisihan Randori Pool A [a1-a3, a2-a4]
60Kg Putra Court A (2x)
65Kg Putra Court B (2x)
70Kg Putra Court A (2x)
45Kg Putri Court B (2x)
48Kg Putri Court A (2x)
51Kg Putri Court B (2x)

15.10-15.40 Babak I Embu Pasangan Putri
Court A Pasangan I Dan (7x)
Court B Pasangan II/III Dan (6x)

15.45-16.45 Penyisihan Randori Pool B [b1-b3, b2-b4]
60Kg Putra Court A (2x)
65Kg Putra Court B (2x)
70Kg Putra Court A (2x)
45Kg Putri Court B (2x)
48Kg Putri Court A (2x)
51Kg Putri Court B (2x)


MINGGU 16 September 2012

08.30-09.00 Upacara Tradisi Kempo

09.00-09.30 Babak I Embu Pasangan Campuran
Court A (7x)

09.35-10.35 Penyisihan Randori Pool A
60Kg Putra Court A (2x) [a1-a4, a2-a5]
65Kg Putra Court B (2x) [a1-a4, a2-a5]
70Kg Putra Court A (2x) [a1-a4, a2-a5]
45Kg Putri Court B (2x) [a1-a4, a2-a5]
48Kg Putri Court A (2x) [a1-a4, a2-a5]
51Kg Putri Court B (2x) [a1-a4, a2-a5]

10.40-11.05 Babak I Embu Pasangan Putra
Court A Pasangan I Dan (6x)
Court B Pasangan II/III Dan (6x)

11.10-12.10 Penyisihan Randori Pool B
60Kg Putra Court A (2x) [b1-b4, b2-b3]
65Kg Putra Court B (2x) [b1-b4, b2-b3]
70Kg Putra Court A (2x) [b1-b4, b2-b5]
45Kg Putri Court B (2x) [b1-b4, b2-b3]
48Kg Putri Court A (2x) [b1-b4, b2-b3]
51Kg Putri Court B (2x) [b1-b4, b2-b3]

12.10-14.00 ISTIRAHAT

14.05-14.25 Upacara Penghormatan Pemenang
Embu Pasangan Putra I Dan
Embu Pasangan Putra II/III Dan

14.30-15.00 Babak II Embu Pasangan Putri
Court A Pasangan I Dan (7x)
Court B Pasangan II/III Dan (6x)

15.05-16.05 Penyisihan Randori Pool A
60Kg Putra Court A (2x) [a1-a5, a2-a3]
65Kg Putra Court B (2x) [a1-a5, a2-a3]
70Kg Putra Court A (2x) [a1-a5, a2-a3]
45Kg Putri Court B (2x) [a1-a5, a2-a3]
48Kg Putri Court A (2x) [a1-a5, a2-a3]
51Kg Putri Court B (2x) [a1-a5, a2-a3]

16.10-16.30 Penyisihan Randori Pool B
70Kg Putra Court A (2x) [b1-b5, b2-b3]

16.35-16.55 Upacara Penghormatan Pemenang
Embu Pasangan Putri I Dan
Embu Pasangan Putri II/III Dan


SENIN 17 September 2012


ISTIRAHAT



SELASA 18 September 2012

08.30-09.00 Upacara Tradisi Kempo

09.00-09.25 Babak I Embu Beregu Campuran
Court B (6x)

09.30-10.10 Penyisihan Randori
60Kg Putra Court A (1x) [a3-a5]
65Kg Putra Court B (1x) [a3-a5]
70Kg Putra Court A (1x) [a3-a5]
45Kg Putri Court B (1x) [a3-a5]
48Kg Putri Court A (1x) [a3-a5]
51Kg Putri Court B (1x) [a3-a5]
70Kg Putra Court A (1x) [b3-b5]

10.15-10.40 Babak II Embu Beregu Putra
Court A (6x)

10.45-11.10 Babak II Embu Beregu Putri
Court B (6x)

11.15-11.35 Upacara Penghormatan Pemenang
Embu Beregu Putra
Embu Beregu Putri

11.40-.14.00 ISTIRAHAT

14.05-14.35 Babak II Embu Pasangan Campuran
Court A (7x)

14.40-15.20 Penyisihan Randori
60Kg Putra Court A (1x) [a4-a5]
65Kg Putra Court B (1x) [a4-a5]
70Kg Putra Court A (1x) [a4-a5]
45Kg Putri Court B (1x) [a4-a5]
48Kg Putri Court A (1x) [a4-a5]
51Kg Putri Court B (1x) [a4-a5]
70Kg Putra Court A (1x) [b4-b5]

15.25-15.35 Upacara Penghormatan Pemenang
Embu Pasangan Campuran



RABU 19 September 2012

08.30-09.00 Upacara Tradisi

09.05.09.30 Babak II Embu Beregu Campuran
Court B (6x)

09.35-10.05 Semi Final Randori [A1-B2, A2-B1]
60Kg Putra Court A (2x)
65Kg Putra Court B (2x)

10.10-10.40 Semi Final Randori [A1-B2, A2-B1]
70Kg Putra Court A (2x)
45Kg Putri Court B (2x)

10.45-11.15 Semi Final Randori [A1-B2, A2-B1]
48Kg Putri Court A (2x)
51Kg Putri Court B (2x)

11.20-11.30 Upacara Penghormatan Pemenang
Embu Beregu Campuran

11.30-14.00 ISTIRAHAT

14.05-10.20 Final Randori
60Kg Putra Court A
45Kg Putri Court B

Upacara Penghormatan Pemenang
14.25-14.35 Randori 60Kg Putra
14.40-14.50 Randori 45Kg Putri

14.55-15.10 Final Randori
48Kg Putri Court A
65Kg Putra Court B

Upacara Penghormatan Pemenang
15.15-15.25 Randori 48Kg Putri
15.30-15.40 Randori 65Kg Putra

15.45-16.00 Final Randori
51Kg Putri Court A
70Kg Putra Court B

Upacara Penghormatan Pemenang
16.05-16.15 Randori 51Kg Putri
16.20-16.30 Randori 70Kg Putra

16.35-17.00 UPACARA PENUTUPAN

posted from Bloggeroid

Kamis, 06 September 2012

Setelah 10 tahun


Pertemuan setelah 10 tahun

Ya, ini aku bersama Pak Gatot, guru Aeromodellingku sewaktu SMA tahun 1998-2001. Tak banyak yang berubah dari beliau, tetap dengan candaan2 garingnya yang khas :)). Yang berubah cuma sekarang lebih banyak ubannya (saingan sama saya :p )

posted from Bloggeroid

Kamis, 17 Mei 2012

Berdiskusi ala Milinda dan Nagasena

Berdiskusi seperti Nagasena dan Milinda. Apakah berdiskusi sebagai orang terpelajar atau Raja?

Nagasena:“Jika baginda ingin berdiskusi sebagai orang terpelajar, ya; tetapi jika baginda ingin berdiskusi sebagai raja, tidak.”

Milinda:“Bagaimana orang terpelajar berdiskusi?”

Nagasena:“Bila orang terpelajar berdiskusi akan ada kesimpulan, dan ada penyelesaian kekusutan; yang salah ditunjukkan kesalahannya dan dia mengakui kesalahannya tanpa marah.”

Milinda:“Dan bagaimana raja berdiskusi?”

Nagasena:“Bila raja mendiskusikan suatu masalah dan beliau mengemukakan suatu pandangan, jika ada yang berbeda pendapat dengan raja maka raja akan menghukum orang itu.”

Milinda:“Baik, kalau begitu sebagai orang terpelajarlah aku akan berdiskusi. Silakan Yang Mulia berbicara tanpa takut.”

Nagasena:“Dengan senang hati, baginda.”

Milinda:“Nagasena, aku akan bertanya”, kata raja.

Nagasena:“Bertanyalah, baginda.”

Milinda:“Aku telah bertanya, Yang Mulia.”

Nagasena:“Kalau demikian saya telah menjawab.”

Milinda:“Apa yang telah Anda jawab?”

Nagasena:“Apa yang telah baginda tanyakan?”

Raja berpikir, “Bhikkhu ini benar-benar seorang terpelajar yang hebat, dia cukup mampu mendiskusikan apa pun juga denganku.” Maka sang raja menyuruh Devamantiya, menterinya, untuk mengundang Nagasena ke istana bersama dengan banyak bhikkhu lain. Raja lalu pergi dengan bergumam: “Nagasena, Nagasena.”

posted from Bloggeroid

Sabtu, 21 April 2012

Kamis, 09 Februari 2012

Gassho Rei dan Osu








 Banyak kenshi merasa galau dengan kebiasaan mengucap kata osu ketika melakukan rei. Hal ini dikarenakan tulisan Alm. Sempai Affan Gaffar berikut ini

Salam Persaudaraan

Belum lama ini ada pertanyaan dari kenshi, tentang adanya himbauan supaya kenshi Indonesia untuk tidak menggunakan ucapan Oss lagi, tapi menggunakan Onegaisimasu (baca Onegaisimas). Sebenarnya apa makna dari dua kata itu? Apa perbedaannya? Haruskah kita tidak mengucapkan Oss lagi? Supaya tidak ada kesalahkaprahan, karena ketidakpahaman akan bahasa Jepang, di bawah ini akan dicoba dipaparkan sedikit penjelasan, sejauh pemahaman yang saya punya. Kalau ada yang tahu lebih dalam, silahkan dikoreksi.
Oss, sebenarnya dari huruf kanji Ossu, yang terdiri dari dua huruf kanji, yaitu Ossu 押 , yang berarti menekan dan sinobu 忍 yang juga berrati menekan. Huruf kanji dari sinobu 忍 berbentuk katana (pedang) di atas kokoro (hati). Jadi, Oss,bisa diartikan sebuah sikap atau kehendak untuk menekan diri sendiri, atau menaklukkan diri. Jadi, setiap kali mengucapkan oss, makna terpendam sebenarnya menyatakan kesediaan menaklukkan diri sendiri. Adapun makna harafiah dari Oss, bisa diterjemahkan sebagai ya, atau yes, atau yes sir, atau baik pak , baik bu, baik sempai, atau nggih kalau dalam bahasa jawa, atau secara luas juga bisa diartikan siap laksanakan kalau bahasa tentara. Umumnya, kata Oss ini digunakan oleh karateka, namun demikian beladiri lain pun seperti Judo, aikido, kendo, dan juga Kempo juga lazim menggunakannya.
Karena arti dari Oss itu seperti itu, sementara Kenshi Indonesia umumnya karena tidak paham benar artinya, selalu menggunakan Oss dalam kesempatan apapun, sehingga ada kalanya kurang tepat. Ketika dikunci, dan merasakan kesakitan kenshi di Indonesia akan bilang Osssss. Kehendak hati ingin mengatakan, teknikmu benar kawan, ini sakit bener aku. Namun, karena Oss itu artinya seperti di jelaskan di atas, maka ketika Sensei dari Jepang datang dan mempraktikkan teknik kepada Kenshi Indonesia, dan kenshi Indonesia teriak Ossss, dia bingung. Orang dikunci kok malah bilang "yaaaaa". Makanya, kalau teman-teman ada yang ingat, Sensei dari Honbu yang datang biasanya kepada kenshi yang dikunci kalau mau memberitahu kepada yang ngunci bahwa sakit disuruh bilang itai (artinya- sakit), jangan bilang Oss. Mungkin (ini dugaan saya), dulu awal mula para sempai/sensei senior dari Jepang ketika latihan kan yang ngunci tanya pada yang dikunci, udah bener belum kunciannya, sakit enggak. Kalau sakit, maka dia jawab Oss, artinya ya (karena ditanya, sakit enggak (Itai desu ka), dijawab Oss.- Ya).
Jadi, kalau dalam terminologi bahasa, kata Oss sah-sah saja digunakan, asal tepat pada tempatnya. Oleh karenanya orang Jepang atau yang ngerti bahasa Jepang akan mengerutkan kening kalau lihat embu kenshi Indonesia, karena dalam setiap kuncian akan teriak oossss, setiap kali ketemu dan gasho rei bilang Oss. Pagi-pagi ketemu di dojo waktu gashuku saling gasho rei, bilang Oss. Mestinya ya gasho rei sambil ucapkan salam, kalau di jepang bilang Ohayougosaimasu, kalau kita ya sambil gashi rei bilang Selamat Pagi. Kalau malam, ya ketemu sambil gasho rei bilang Selamat Malam.
Memang kadang, kalau di kampus di Jepang mudah ditemui mahasiswa yang junior akan mengucap salam lengkap, misalnya ohayougosaimasu kalau pagi, sementara yang senior dengan santai jawab Oss. Jawaban Oss atas ucapan salam itu kurang sopan, atau hanya boleh dijawab dari yang senior kepada yang junior, itupun hanya dilakukan kalau kepada orang dalam. Artinya kalau kepada tamu, atau orang yang bukan anggota dojo atau kelompoknya, maka jawabannya seperti itu tidak sopan. Jadi ketika si junior bilang selamat pagi, seniornya malas jawab selamat pagi juga, dia hanya jawab ya (oss), begitu tata kramanya yang hanya boleh dilakukan oleh senior dan itupun pada orang dalam kelompoknya sendiri, bukan orang yang baru kenal meskipun sesama kenshi kalau gak kenal ya akan pakai bahasa sopan. Pun demikian, akan lebih baik kalau senior pun menjawab lengkap, ohayougosaimasu juga, kalau itu pagi hari.
Nah, adapun di Jepang, kenshi Jepang sudah jarang menggunakan kata Osh. Bukan tidak ada sama sekali, beberapa masih menggunakannya. Kalau memulai latihan, atau mau berpasangan dan gasho rei, biasanya yang diucapkan adalah Onegaisimasu. Secara harafiah arti, onegaisimasu berarti please, atau mohon kesediaan anda untuk ...(kalau latihan ya melatih saya, atau berlatih bersama saya, kalau minta tolong ya menolong saya). Nah, ini bukan berarti kata Osh digantikan oleh kata onegasimasu. Dalam kontek, memulai latihan, kata Oss dan onegasimasu memiliki arti yang relatif sama. Tapi, kalau dari sudut sopan santun, maka onegasimasu lebih sopan (bahasa jepang mengenal tingkatan seperti bahasa Jawa dan Sunda). Saya kira lebih sopan itu yang menjadi alasan sekarang kenshi Jepang lebih memilih menggunakan kata onegasimasu, ketika gasho rei masuk dojo, atau ketika mau memulai latihan, atau berpesangan, atau memulai sesuatu yang melibatkan kenshi/orang lain. Nah, kalau kenshi Indonesia mau meninggalkan penggunaan Oss, dan mengganti dengan Onegaisimasu yang lebih sopan/halus, itu tidak ada salahnya, hanya harus diingat, jangan buat kesalahan yang sama dengan penggunaan Oss lagi. Jangan nanti, kalau dikunci dan kesakitan juga bilang onegaisimasu. Selesai berpasangan (dulu bilang oss lagi) sekarang jangan terus juga bilang onegaisimasu (karena berarti minta latihan lagi). selesai dihukum (kalau lakukan kesalahan) oleh sempainya jangan bilang onegaisimasu (karena berarti minta dihukum lagi). Kalau mau menggunakan terminologi baru onegaisimasu ketika memulai latihan, atau mengawali satu kegiatan yang melibatkan pasangan bicara kita, maka ketika selesai yang mesti diucapkan arigato gosaimasu (terima kasih), bukan lagi onegaisimasu. Begitu juga ketika selesai latihan dan keluar dojo ketika gasho rei ke dojo juga bilangnya arigato gosaimasu (bukan onegaisimasu). Kalau selesai latihan, atau selesai melaksanakan satu kegiatan bersama, bilangnya kepada sesama kenshi adalah otsukaresamadesita (kadang disingkat otsukaresamades) artinya kurang lebih terima kasih telah/ untuk kerja keras/susah payah/perjuangan anda (bersama-sama).
Jadi kata Oss boleh tidak? Menurut hemat saya, surat dari PB PERKEMI itu maksudnya bukan tidak boleh, tapi pakailah pada tempatnya yang pas sesuai artinya. Kalau ada kata yang lebih sopan seperti onegaisimasu, pakailah onegaisimasu, tapi juga tepat pada tempatnya. Masih ingat, beberapa waktu sebelumnya ada juga himbauan dari PB PERKEMI tentang penyebutan Sempai? Ya. Inti persoalan juga sama. Karena banyak kenshi Indonesia panggil simpai, bukan sempai. Padahal simpai artinya khawatir. sedangkan sempai artinya, kakak/abang atau senior. Juga banyak kenshi Indonesia bilang sinse, padahal yang benar dalam bahasa jepang Sensei ( Sen artinya yang lebih dulu Sei artinya lahir). Kenapa kenshi Indonesia bilang sinse? Karena kita terbiasanya dengan kata sinse untuk tabib pengobatan atau guru dalam bahasa China. Semoga bermanfaat. Kalau ada yang salah, silahkan dikoreksi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan
http://perkemidiy.mu...an_Onegaisimasu



Gara2 tulisan alm. Sempai Affan Gaffar tersebut lantas banyak kenshi yang jadi galau memakai osh, oss, dan osu tersebut :-D dikarenakan banyak yang berpendapat bahwa penggunaan kata tersebut tidak sesuai dengan falsafah shorinji kempo yang penuh dengan kasih sayang... (mayoritas dojo di jogja sudah tidak pake kata2 itu lagi saat melakukan rei, walopun masih ada juga kenshi yang refleks bilang oss saat rei :-)) )

lantas apakah hal tersebut memang bertentangan dengan falsafah shorinji kempo? saya menemukan hal yang cukup menarik dalam dokumenter Way of the Warrior: "Shorinji Kempo, The New Way". dalam penjelasan yang diberikan oleh Suzuki Sensei, shorinji kempo ternyata tidak sebegitunya penuh kasih sayang >:-)

beliau menjelaskan, bahwa tiap2 orang harus diperlakukan sebagai "potent enemy" (nah lo....) dan prinsip yang dipegang teguh oleh beliau adalah, "saya hendak menjadi kuat, anda juga hendak menjadi kuat, maka marilah kita menjadi kuat bersama-sama dengan selalu bersungguh2 dalam berlatih"

jadi, apakah "osh" ini bertentangan dengan shorinji kempo? :-D

note: sensei Suzuki itu mengajar filosofi dan Ajaran Agama Budha-Zen di Honbu Tadotsu

sebagai pengantar diskusi di forum.beladiri.info
esensi dari kata osu dan penerapannya
押 忍



Osu, kata ini sering digunakan dalam lingkungan olahraga beladiri di Jepang macam Karatedo, Kendo, Judo, sebagai Greeting between each other. Namun, sebelumnya mari kita coba ditelaah satu demi satu.

押忍 (Osu) terdapat dua huruf 押 (ou; oshi;) yg berarti menahan (huruf yg berupa tangan memegang armor/perisai yg bermakna: menahan) dan 忍 (nin; shino;) yg berarti penderitaan (huruf yg berupa pisau menancap jantung: bermakna derita).

Jadi 押忍 (Osu) ini secara kalimat bermakna sebagai "Menahan Penderitaan".

Implementasinya, kalimat ini diucapkan dlm dunia beladiri Jepang ketika siap untuk menerima/mengemban tugas. Ibarat dr atasan memerintah: "Kamu siap mengerjakan tugas?", yg diperintah berkata: "Siap, Pak!!" (dalam hal ini dia berucap: "Osu!!").

Jadi tugas dr atasan tsb diibaratkan sbg suatu beban derita. dan si penerima tugas mengkondisikan siap untuk menahan beban derita tsb.

Nah, skrg yg jadi salah kaprah adalah mengucapkan kata/kalimat tsb sbg greeting ataupun ketika ditanya sesuatu, misal lg praktek suatu teknik dan ditanya: "Sakit apa tidak?", malah dijawab "Osu!". Harusnya yg tepat itu dijawabnya dng: "Sakit, Pak!" atau "Ittai!!"

Dan, bagaimana dng hal ini di lingkungan anda, khususnya style2 di tempat latihan beladiri Jepang di lingkungan sekitar anda? mari kita diskusikan lebih lanjut. :-)

Referensi: http://ja.wikipedia....%8A%BC%E5%BF%8D

pendapat oom Ben Haryo dari Wado-ryu



Posted 30 January 2012 - 02:18 PM
kalau di perguruan WADOKAI (my Karate style) yang di Indonesia, OSH masih dipakai, tapi kalau menurut shihan C.A. Taman, OSH itu sekedar ciri khas SALAM KARATE! gitu, yang diadopsi dari salam Karate di dojo mahasiswa/Dojo perguruan tinggi di Japan. Jadi tidak di breakdown secara abbreviatif atau secara etimologinya. Nggak di pilah jadi Oshu Shinobu atau Ohayo Gozaimasu, melainkan diterima sebagai sebuah istilah yang melambangkan kebersamaan/suatu simbol yang disepakati bersama sebagai ciri khas dojo mahasiswa.

Tapi biasa lah, makin jauh dari sumbernya kan makin ga jelas. Saya juga pernah koq ketemu teman sesama Wado yang dikit-dikit OSH... :-) 
Posted 30 January 2012 - 04:57 PM
hehehe.. asal semuanya diperjelas kepada murid2, bahwa OSH OSH dalam segala kesempatan itu adalah "ciri" atau "tradisi" di INDONESIA dan bukan di negara asalnya, jadi kalau ada sensei Japan dateng, jangan ber OSH OSH ria, kasian nanti bingung itu sensei Japan :-P
jadi sementara bisa saya simpulkan, bahwa osu itu adalah kebudayaan indonesia, bukan dari jepang :D





Senin, 30 Januari 2012

Piece of EDAN

jadi ceritanya.... "leluhur agung" (first civilization) membuat banyak sekali yang namanya "pusaka langit" (piece of eden). pusaka langit tersebut mempunyai kekuatan-kekuatan tertentu dan barang siapa yang menguasainya dapat memperoleh kekuasaan dan legitimasi akan kekuasaannya. di daerah nuswantara, terdapat 3 buah pusaka langit, tapi yang terkonfirm baru ada 2, yaitu di daerah jawa tengah-timur, dan daerah sumatra barat-mandailing (satu lagi berada di papua, tapi belum bisa dipastikan)

pusaka langit di jawa diyakini dalam kekuasaan wangsa syailendra, dan mengikuti terus kerajaan2 yang ada di jawa.... suatu ketika pusaka langit tersebut tidak sengaja ditemukan oleh seorang pemuda yang bernama ken arok, pusaka tersebut diyakini milik prabu aji jayabaya. setelah memperoleh pusaka terebut, ken arok di kontak oleh pu gandring, yang memiliki tugas menjadi penjaga pusaka dan ketua suatu organisasi bawah tanah... hasilnya ken arok dapat menguasai pusaka langit dan mampu menyingkirkan pu gandring. hal ini kemudian membuat ken arok dengan mudah membuat wangsa baru.

suatu ketika, kertanegara mendengar akan adanya pusaka langit yang berada di tanah swarnabhumi. oleh karena itu, dibuatlah ekspedisi pamalayu untuk mencari pusaka tersebut, namun ekspedisi tersebut gagal menemukan pusaka langit tersebut. ekspedisi kedua dilakukan oleh mahapatih gadjahmada, tapi tetap juga gagal menemukannya






sementara pusaka langit di sumatra aman dari konflik, pusaka langit di jawa telah terlibat konflik yang berkepanjangan. pada awalnya pusaka langit tersebut berada dalam kekuasaan majapahit (semenjak jaman ken arok) tapi setelah munculnya demak sebagai kekuatan baru, keberadaan majapahit sebagai pemegang pusaka mulai digoyang oleh demak. sampai masa prabu brawijaya 5, majapahit masih menguasai pusaka langit tersebut, tapi karena tekanan dari demak secara terus menerus, akhirnya pusaka langit tersebut diberikan kepada Joko Tingkir sehingga Joko Tingkir menjadi Sultan Pajang. sampai masa awal mataram, pusaka tersebut masih dalam kekuasaan kadipaten pajang. setelah itu, pengaruh eropa mulai masuk ke jawa dan nuswantara secara umum.




silsilah pajang







silsilah mataram



dari silsilah diatas tampak mengapa pajang yang lebih dipercaya untuk menjaga pusaka langit dibandingkan dengan mataram



intervensi eropa mulai tampak sampai2 muncul perjanjian giyanti. dalam perjanjian giyanti ini, yang tidak diketahui secara umum adalah ternyata ada pertemuan tripartid (pajang, yogya, solo) yang akhirnya mempunyai keputusan bahwa pusaka langit tersebut harus dibagi menjadi 2 bagian dan berada dalam kekuasaan solo dan jogja, sementara pajang merelakannya. hal ini tidak diketahui pihak belanda

sampai saat ini belanda sudah yakin bahwa salah satu pusaka langit berada di jawa, dan menganggap pusaka tersebuta berada dalam kekuasaan keraton solo. kerasa sudah dapat mengendalikan pemilik dari pusaka langit tersebut, belanda mulai melakukan pencarian pusaka langit yang berada di sumatra. bagaimana cara agar dapat mengerahkan pasukan untuk mencari sesuatu tanpa dicurigai?? oleh karena itu belanda mulai mengadu para pihak di sumatra barat kaum adat dan ulama sehingga terjadilah perang paderi. yang tidak disangka2 oleh pihak belanda adalah ternyata kesultanan aceh pun mengetahui adanya pusaka langit di daerah antara mandailing sampai sumatra barat tersebut, dan mengamankan pusaka tersebut dari tangan belanda  sehingga belanda pun gagal menguasainya

keadaan seperti ini terus terjaga sampai pada awal pendudukan jepang. pada awal masa pergerakan, Moch. Hatta adalah salah seorang yang menjaga pusaka langit yang berada di sumatra, sementara Soekarno adalah keturunan penjaga pusaka jawa. hal ini yang membuat mereka berdua cocok dan menjadi dwi tunggal. ketika saat proklamasi, Sultan HB IX pun tahu siapa dwi tunggal tersebut dan menyatakan bergabung ke dalam NKRI, hal yang tidak dilakukan oleh kasultanan solo.... belanda pun kembali ke indonesia dan yang pertama kali mereka lakukan adalah merampas kepemilikan pusaka langit dari kesultanan solo. Soekarno mengetahui hal tersebut, dan meyakini tidak lama kemudian bisa jadi pusaka langit yang ada di jogja juga dirampas... oleh karena itu beliau mengutus sjafruddin prawiranegara untuk mencari dan mengamankan pusaka langit yang berada di daerah sumatra, tidak lama perintah itu diberikan, belanda menyerbu ke jogja, dan soekarno-hatta dan para petinggi indonesia ditangkap dan diasingkan.

sampai saat ini, belanda tidak mengetahui bahwa, pusaka langit yang dia kuasai hanyalah suatu fragmen, dan indonesia sudah bergerak untuk mengamankan pusaka langit yang ada di sumatra.

ketika belanda mulai menyadari hal tersebut, ternyata sudah terlambat. pusaka sumatra sudah diketemukan, dan HB IX bertindak dengan membuat SO 1 Maret 1949 untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih ada.

hal yang tidak disangka belanda... sehingga belanda pun menjadi kelabakan. dan poin-poin yang tidak tercatan dalam sejarah, dalam perundingan Roem-Rojen sebenarnya dibahas mengenai "pertukaran" antara fragmen pusaka jawa dan pusaka sumatra. pihak indonesia dengan berat hati menyerahkan pusaka sumatra untuk ditukar dengan kemerdekaan dan fragmen pusaka jawa...

alasan penyerahan fragmen pusaka jawa tersebutlah yang membuat HB IX adalah wakil dari pemerintah RI dalam "Penyerahan Kedaulatan" di jogja

belanda masih merasa "menguasai" nusantara karena belanda akhirnya menguasai pusaka sumatra tersebut, tapi yang tidak disangka-sangka, ternyata kekuatan pusaka sumatra tersebut tidak sehebat pusaka jawa.... dan Indonesia pun memiliki kekuatan untuk melepaskan diri dari Uni Indonesia-Belanda dan segala klausul KMB

sekian